Aku termenung
Menekuk lutut
Memeluk diri sendiri
Dalam diam
Aku menyampirkan selimut di pundakku
Aku lelah
Aku kedinginan
Aku memejamkan mata sejenak
Dan begitu aku membuka mata
Aku berada di tempat yang berbeda
Diapit bukit-bukit
Aku berada di dalam lembah
Saat aku memandang sekelilingku
Semua berbeda
Cahaya merah kecokelatan berpendar
Gelap
Kenapa aku di sini sendiri?
Apa yang telah aku lakukan?
Sepi
Hening
Tapi tidak tenang
Dingin
Sendiri
Aku kebingungan
Rasa takut mulai merasuki
Ke mana jalan keluar?
Aku ingin ke sana!
Aku menunjuk ke puncak
Aku melihat serpihan hijau-biru
Aku ingin ke sana!
Puncak di belakangku
Bolehkah aku ke sana?
Tapi aku lalu menatap ke depan
Matahari hampir terbit
Sedikit, sedikit lagi ia terbit
Suara kecil dalam hatiku mengatakannya
Matahari itulah tujuanmu
Puncak yang harus kau daki bukan yang dibelakang itu
Tapi yang sejenak lagi akan disentuh cahaya sang surya
Aku berlari, melangkah, tertatih, merangkak
Tanganku menggapai
Aku ingin ke sana!
Air mata hampir turun
Tapi aku terus bergerak maju
Satu kedipan lagi
Aku lalu mulai melihat objek lain....
Bukan 'apa', namun 'siapa'..
'Mereka'
Mereka yang juga tertatih
Mereka yang juga lelah
Mereka yang juga sedang terjebak dalam lembah
Kami berpandangan
Lalu berpegangan tangan
Membuat rangkaian panjang, menguatkan satu sama lain
Bersama, satu persatu,
Melangkahkan kaki menuju cahaya
Menuju bukit
Menuju puncak
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman aku tidak takut bahaya sebab Engkau besertaku
-*^^*-
0 comments:
Post a Comment